SEMARANG, kulitinta - Sebanyak 10 ribu stiker
berisi wajah empat buron narapidana teroris yang kabur dari Lapas
Tanjung Gusta Medan disebar polisi di Semarang, Sabtu (27/7). Pengendara
sepeda motor dan mobil yang melintas di Simpanglima menjadi sasaran
penyebaran stiker. Anggota dari Club of RX-King Semarang (Cros) juga
ikut membantu menyebarkan.
Kasat Binmas Polrestabes Semarang, AKBP I Nengah Wirta Damayana, mengatakan penyebaran ini untuk mengantisipasi pelarian buron ini ke Semarang. Sebab, Semarang sebagai pintu gerbang Jawa Tengah dinilai masih aman, sehingga bisa dijadikan sebagai lokasi perlintasan.
"Masyarakat agar waspadai dan melaporkan ke polisi jika menemui salah satu di antara buron ini," ujarnya.
Keempat buron itu adalah Abdul Gani Siregar; Nibras alias Arab alias Amir, alias Wawan; Fadli Sadama alias Can, alias Zaid, alias Fernando, alias Buyung serta Agus Sunyoto alias Syafarudin. Agus bahkan diketahui merupakan warga asal Karangganyar. Selain narapidana teroris, keempat orang itu terlibat dalam kasus perampokan bank CIMB Medan, dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak yang menewaskan tiga polisi.
Perburuan teroris ini, kata Nengah, tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi peran aktif masyarakat sebagai pemberi informasi juga diminta untuk aktif dengan adanya pendatang baru di sekitar lingkungannya.
"Silakan telepon ke call center kepolisian di nomor 110 jika mencurigai narapidana itu," ujarnya.(sdh)
Kasat Binmas Polrestabes Semarang, AKBP I Nengah Wirta Damayana, mengatakan penyebaran ini untuk mengantisipasi pelarian buron ini ke Semarang. Sebab, Semarang sebagai pintu gerbang Jawa Tengah dinilai masih aman, sehingga bisa dijadikan sebagai lokasi perlintasan.
"Masyarakat agar waspadai dan melaporkan ke polisi jika menemui salah satu di antara buron ini," ujarnya.
Keempat buron itu adalah Abdul Gani Siregar; Nibras alias Arab alias Amir, alias Wawan; Fadli Sadama alias Can, alias Zaid, alias Fernando, alias Buyung serta Agus Sunyoto alias Syafarudin. Agus bahkan diketahui merupakan warga asal Karangganyar. Selain narapidana teroris, keempat orang itu terlibat dalam kasus perampokan bank CIMB Medan, dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak yang menewaskan tiga polisi.
Perburuan teroris ini, kata Nengah, tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi peran aktif masyarakat sebagai pemberi informasi juga diminta untuk aktif dengan adanya pendatang baru di sekitar lingkungannya.
"Silakan telepon ke call center kepolisian di nomor 110 jika mencurigai narapidana itu," ujarnya.(sdh)






0 comments:
Post a Comment